Sabtu, 25 Juli 2009

Peneliti : Lalat Membawa Virus Flu Burung
Rabu, 21 September 2005 | 18:02 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Hasil penelitian guru besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta menyimpulkan, lalat rumah dan lalat kandang positif terjangkit virus Avian Influenza (flu burung).

Sampel lalat yang diteliti berasal dari tiga daerah yaitu Karanganyar (Jawa Tengah), lima kabupaten di Sulawesi Selatan serta dari Tuban (Jawa Timur). Hasilnya, lalat yang diambil dari Karanganyar dan Sulawesi Selatan positif terjangkit virus flu burung.
"Penelitian kami lakukan sejak Juni lalu setelah saya tidak menjadi Dirjen Peternakan. Hasilnya membuktikan, lalat-lalat dari Karanganyar dan Sulawesi Selatan positif terkena virus flu burung tipe A dengan
sub tipe H5N1. Sedang sampel yang dari Tuban, hasilnya negatif," kata Profesor Warsito didampingi istrinya yang juga guru besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Profesor Hastari Puryanti, Rabu (21/9).

Gagasan meneliti, karena lalat, selama ini
dikenal sebagai hewan yang suka terbang (migrasi) ke berbagai tempat termasuk hinggap di bangkai-bangkai ayam, babi dan sebagainya yang kemudian secara tiba-tiba bisa hinggap di makanan. Setiap satu kabupaten, Warsito meneliti 100 miligram lalat atau lima sampai enam ekor lalat.

Lalat yang diteliti, meliputi lalat rumah dan lalat kandang, lalat hijau yang ukurannya lebih besar.
Penelitian, dilakukan tiga kali. Pertama untuk membuktikan keberadaan virus flu burung. Jika terbukti
ada, dilakukan penelitian kedua untuk mengetahui tipe
virusnya dan ketiga untuk mengetahui sub tipenya.
"Hasilnya, baik lalat kandang maupun lalat rumah di Sulawesi Selatan dan Karanganyar, positif terkena flu burung. Hasil penelitian ini jelas membuat pekerjaan kita semakin berat,"kata Warsito.

Sebab, lalat berkembang sangat pesat, dalam waktu tiga bulan, sepasang lalat jantan dan betina bisa berbiak menjadi lebih dari satu triliun ekor lalat. Virus flu burung yang ada pada lalat, menurut Warsito, secara teori bisa menular ke manusia, terlebih virus tersebut berasal dari sub tipe H5N1.

0 komentar:

Poskan Komentar